Oleh: Rd. Zaky Miftahul Fasa

Mendekati peringatan Hari Pekerjaan Sosial Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Maret 2021, Kata Ubuntu menjadi buah bibir yang hangat diperbincangkan ditengah-tengah pekerja sosial dan SDM kesejahteraan sosial. Kata ini menjadi “jargon” utama yang diangkat oleh asosiasi pekerja sosial dunia International Federation of Social Workers (IFSW) pada World Social Work Day (WSWD) tahun 2021. Namun tahukah sobat sosial? bahwa kata “ubuntu” memiliki filosofi yang sangat mendalam sebagai sebuah ajaran kemanusiaan dari sahabat-sahabat kita di Afrika.

Kata ‘Ubuntu’ berasal dari salah satu dialek bantu Afrika dan diucapkan dengan cara uu-boon-too. Ubuntu merupakan filosofi tradisional Afrika yang menawarkan pemahaman tentang diri kita dalam hubungannya dengan dunia. Ubuntu mengajarkan tentang ikatan dan interaksi antara sesama manusia untuk menemukan kualitas diri sebagai manusia.

Filosofi berharga yang telah berusia lebih dari 2000 tahun ini, ditemukan di setiap negara Afrika di selatan Sahara, masing-masing wilayah menggunakan istilah ini dengan istilah yang cukup beragam. Istilah ini juga dikenal sebagai Nguni Bantu yang berarti “kemanusiaan”, atau juga biasa diterjemahkan sebagai “Saya karena kita”, atau “kemanusiaan terhadap orang lain”. Orang-orang Zulu biasa menyebutnya dengan “Umuntu Ngumuntu Ngabantu”, yang berarti bahwa seseorang menjadi seseorang melalui orang lain. Dengan kata lain, kita akan menjadi seseorang yang bermakna dan bermanfaat melalui kebaikan orang lain untuk ditularkan kepada orang-orang lainnya dan begitu seterusnya.  

Pemenang Nobel Perdamaian Uskup Desmond Tutu dari Afrika Selatan menjelaskan Ubuntu sebagai: “Inti dari manusia, Ubuntu berbicara tentang fakta bahwa kemanusiaan akan selalu terikat erat dalam kemanusiaan kita semua. Ubuntu berbicara tentang keutuhan, berbicara tentang kasih sayang. Seseorang dengan Ubuntu akan terbuka, ramah, hangat, murah hati, dan bersedia untuk berbagi”.

Lebih dari 2000 tahun yang lalu, orang-orang Afrika mengembangkan makna hidup kolektif untuk menggambarkan jenis hubungan yang diharapkan dimiliki seseorang dengan keluarga, komunitas, masyarakat, lingkungan, dan dunia spiritual mereka. Karena orang Afrika kebanyakan bermigrasi dari bagian barat benua ke timur, tengah dan selatan, dan di luar benua, mereka membawa serta makna kehidupan ini. Saat mereka bepergian, mereka mengembangkan bahasa dan subkultur baru, dan dalam prosesnya mereka menemukan nama-nama spesifik untuk arti kolektif ini. Orang-orang yang mengamalkan Ubuntu akan bersikap terbuka dan bersedia membantu orang lain, bersedia mendukung yang lain, dan tidak merasa terancam karena mengetahui bahwa mereka termasuk dalam keseluruhan yang lebih besar.

Sumber Referensi: www.amazine.co  | www.wikipedia.org

Bagikan Cerita ini ke :

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *