Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial menghadirkan gairah dan semangat baru bagi pekerja sosial di Indonesia. Semangat yang harus terus dipupuk dan dipertahankan secara konsisten agar bisa terus menjadi katalisator utama perkembangan profesi pekerja sosial di Indonesia. Gairah dan semangat itu ditunjukan melalui sebuah kontribusi dan karya nyata para pekerja sosial muda di kota Kembang Bandung, salahsatunya dengan mendirikan Klinik Peksos Bandung. PEKSOS ID berkesempatan langsung untuk mewawancara Founder KPB sekaligus Ketua Yayasan Mata Rasa Hati Aksi (Maratia) Gilang Hartanto, S.ST secara eksklusif.

Apa sih KPB ini? Klinik Peksos Bandung berada dibawah naungan Yayasan Maratia (Mata Rasa Hati Aksi) yang didirikan sejak Desember 2020, dua bulan kemudian Klinik Peksos Bandung resmi diluncurkan tepat pada hari Ahad 14 Februari 2021 di Jalan Turangga No. 27G Kota Bandung. Yayasan Maratia memiliki berbagai bentuk layanan dan program, salahsatunya adalah program pengabdian pengembangan profesi pekerjaan sosial. Kenapa namanya klinik peksos, bukan klinik pekerja sosial? Klinik ini sengaja disebut klinik Peksos agar nama profesi peksos semakin melekat di masyarakat, harapan kami kedepan setiap pekerja sosial menggunakan panggilan Peksos di awalan nama masing-masing, misalnya Peksos Renita atau Peksos Gilang seperti profesi-profesi lainnya.

Apa yang melatarbelakangi Klinik Peksos Bandung? klinik khusus layanan peksos ini kami anggap merupakan yang pertama di Indonesia. Sebagai sebuah klinik, layanan yang kami berikan tidak hanya berfokus pada praktik peksos saja, namun juga memberikan layanan-layanan penunjang lainnya. Selain itu karena ini merupakan klinik, layanan yang diberikan bukan hanya dari peksos, namun juga lintas profesi seperti psikolog, fisioterapis hingga lawyer. Karena merupakan yang pertama, secara bentuk layanan KPB masih meraba-raba sambil mencari formulasi terbaik dalam menjalankan praktek di kliniknya yang berlokasi di dekat salahsatu mall besar di Kota Bandung yaitu Trans Studio Bandung. Bangunan yang kami gunakan merupakan sebuah hibah yang kami manfaatkan untuk mendirikan klinik peksos, agar bisa memberikan layanan kepada masyarakat sekaligus membuka kesempatan berpraktek bekerja bagi pekerja sosial.

Siapa saja tim yang ada di KPB ini ? SDM yang ada di Klinik Peksos Bandung terdiri dari Peksos generalis yang selalu stand by pada jam praktek klinik kami dan Peksos spesialis (spesialis anak, spesialis disabilitas, dan spesialis napza) yang hadir dalam waktu-waktu tertentu. Apakah ada tarif yang dibebankan bagi penerima layanan? Kami memiliki konsep subsidi silang, dimana layanan yang kami berikan walaupun pada dasarnya memang layanan yang berbayar, namun juga tidak menutup kemungkinan jika ada yang membutuhkan layanan namun mengalami keterbatasan, kami sudah siapkan alternatif subsidi misalnya menggunakan voucher dari dana yang diberikan oleh DPD IPSPI Provinsi Jawa Barat. Selama 2 bulan ini KPB sudah memberikan layanan kepada 2 orang klien rujukan, dan 3 orang klien yang dating secara sukarela.

Bentuk layanan apa yang selama ini diberikan?  Pelayanan diberikan dari hari Senin sampai Sabtu, jam 9 pagi – 4 sore, dengan layanan 1 x sesi layanan min. mendapat 30 menit maks. 1 jam, pekerja sosial bisa melakukan terapi dan konseling. Disini kita mengusahakan dalam 1 x sesinya, klien mendapatkan sesuatu, tidak hanya asesmen saja. Kita juga masih merencanakan self help group dengan pihak-pihak yang akan menjadi mitra kerja klinik ini.

Siapa saja pihak-pihak yang mendukung hadirnya KPB? Secara umum tentu banyak sekali pihak yang mendukung klinik peksos bandung ini dan tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Salahsatu pihak yang sangat mendukung adalah DPD IPSPI Provinsi Jawa Barat, kami menerima bantuan untuk pembuatan dan produksi peksos journey, serta operasional klinik sebesar Rp. 10.000.000,- yang secara simbolis diserahkan langsung dalam acara grand launching klinik peksos bandung. Bagaimana cara agar masyarakat bisa mengakses layanan di klinik ini? Masyarakat bisa datang langsung ke klinik peksos bandung atau menghubungi hotline center terlebih dulu utuk membuat appointment / janji. Syaratnya, hanya membawa dokumen identitas diri saja.

Apa harapan kedepan setelah diluncurkannya klinik peksos bandung?  Harapannya tentu klinik ini bisa memberikan manfaat sekaligus menjadi role model layanan baru pekerja sosial, memberi gambaran bahawa sebenarnya praktek-praktek seperti ini bisa diimplementasikan di kota-kota lain. Peksos harus bisa lebih kreatif dan inovatif agar bisa memperluas jejaring kerja peksos lainnya. Kami juga berpesan kepada para pekerja sosial, menjadi Peksos itu merupakan sebuah pilihan, pilihan yang jalannya sangat berat, tapi yakinlah jika kita sudah memilih pilihan tersebut (menjadi pekerja sosial), dengan keyakinan usaha dan doa maka jalan yang berat tadi InsyaAllah akan ada kemudahan setelahnya. Jangan menyerah!

Reporter/Kontributor: Nur Azizah 15/02/21

Bagikan Cerita ini ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *