Penulis: Dzikri M. Hermaya

Ayah merupakan sandaran serta pelindung utama bagi keluarga. Selain ibu, sosok ayah merupakan peran yang tak kalah penting. Menjadi seorang ayah berarti menjadi kokoh seperti dinding pada sebuah kerajaan dalam melindungi seisinya, tangguh seperti ksatria dalam menjaga kedamaian, serta bijaksana seperti seorang raja dalam memimpin rakyatnya. Di dalam sebuah keluarga, ayah memiliki peranan penting bagi setiap anggota keluarganya. Pernanan tersebut yaitu sebagai pemimpin dalam keluarga, pencari nafkah utama, pelindung bagi setiap anggota keluarga, serta turut dapat menjadi guru sekaligus teman sebaya bagi anak-anaknya. Peran ayah dalam sebuah keluarga senantiasa berdampak terhadap keharmonisan antar anggota keluarga serta terwujudnya sebuah keluarga yang sejahtera.

Ayah sebagai pemimpin dalam keluarga berarti menjadi kepala bagi setiap anggota keluarganya. Membimbing serta menunjukan arah yang terbaik agar dapat terus berjalan di dalam satu visi yang sama. Ayah sebagai pencari nafkah utama berarti menjadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak kenal lelah ia curahkan seluruh waktu, pikiran, dan tenaga sejak pagi buta hingga malam hari hanya untuk penghidupan serta kebahagiaan bagi keluarganya. Beban yang ia pikul cukup menjadi hal yang melelahkan, namun tetap bukanlah menjadi sebuah hambatan dalam langkahnya untuk rasa tanggung jawab yang ia miliki. Ayah sebagai pelindung berarti menjadi tameng yang tangguh. Ayah merupakan sosok yang gagah yang dapat melindungi keluarganya dari setiap ketakutan. Selalu menjadi sosok pahlawan yang selalu melindungi keluargnya agar terciptanya keamanan serta kedamaian. Ayah menjadi seorang guru sekaligus menjadi teman sebaya bagi anaknya bukanlah hal yang mudah. Cukup sulit dibayangkan jika harus memiliki dua peranan penting yang berbeda, namun lagi-lagi ayah tidak pernah menyerah. Ayah akan menjadi seorang doktor yang jenius dengan segudang pengetahuan dan wawasan yang siap ia berikan kepada anak-anaknya. Beribu bahkan berjuta pertanyaan yang selalu ia dapatkan mengenai kehidupan, ia terima dengan harapan anaknya mampu memiliki pengetahuan serta wawasan yang jauh lebih luas. Ayah selalu menjadi tegas dalam mendidik anaknya. Menjadi guru terbaik yang cukup disegani untuk mengajarkan berbagai ilmu agar seorang anak yang ia didik bisa sukses dan berhasil di kemudian hari. Namun di balik rasa tegasnya tersebut, terdapat keramahan serta kelembutan hati yang jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Ayah menjadi seorang sahabat bagi anaknya, teman untuk sekadar bermain mobil-mobilan, teman untuk mengadu dan tempat bercerita, teman untuk berdiskusi mengenai isu-isu politik dan ekonomi, teman yang paling asyik untuk membahas tentang rencana masa depan.

Tidak seperti seorang ibu, rasa peduli seorang ayah terhadap anaknya terkadang tidak bisa terlihat dalam aksi uluran tangan serta bantuan secara langsung, Rasa sayang seorang ayah terhadap anaknya terkadang tidak bisa dirasakan dalam bentuk kecupan serta pelukan hangat. Cinta seorang ayah terhadap anaknya terkadang tidak bisa terdengar dalam rangkaian kata yang manis. Rasa-rasa tersebut memang jarang dirasakan dalam bentuk aksi-aksi romantis, namun aksi-aksi nyata yang ia berikan akan menjadi sebuah ladang pembelajaran yang bermakna bagi anaknya agar menjadi seseorang yang terdidik. Rasa peduli yang ia berikan terhadap anaknya memang tidak dalam uluran tangan secara langsung, namun bimbingan berupa solusi-solusi yang ia berikan memaksa untuk berpikir agar dapat bangkit dengan tangan dan kaki sendiri. Rasa sayang yang ia tunjukan terkadang bukanlah berupa hal-hal yang nyaman dan menyenangkan, namun berupa kedisiplinan serta aturan-aturan tegas yang ia berikan untuk membentuk diri seorang anak agar memiliki pribadi yang tangguh. Rasa cinta yang ia berikan terhadap anaknya terkadang bukanlah berupa pemberian coklat ataupun mainan, melainkan dengan pemberian doa-doa tulus agar anak yang sangat ia cintai bisa menjadi pribadi yang terbaik untuk selalu berbakti. Berkat seluruh jasa serta peran penting seorang ayah dalam sebuah keluarga. Rasa-rasanya menjadi sebuah keharusan untuk dapat mendedikasikan satu hari spesial untuk seorang ayah yang sudah berusaha untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarganya. Satu hari untuk memaknai serta merenungkan betapa besarnya perjuangan seorang ayah dalam menciptakan sebuah senyum kebahagiaan bagi keluarganya. Sebuah “Hari Ayah” yang menjadi kesempatan kita untuk dapat memahami arti dan perjuangan seorang ayah.

Hari Ayah dirayakan hampir di seluruh negara di dunia. Hari Ayah pertama kali dirayakan pada awal abad ke-12 dan dirayakan di tanggal yang berbeda-beda di masing-masing negara. Di Indonesia sendiri, Hari Ayah Nasional baru resmi dirayakan sejak tahun 2014 yang dicetuskan oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Hal yang melatarbelakangi penciptaan Hari Ayah Nasional yaitu pada tahun 2014, PPIP mengadakan peringatan Hari Ibu dalam bentuk sayembara Menulis Surat untuk Ibu. Acara tesebut mendapatkan antusiasme dan kesan positif sehingga masyarakat ingin diselenggarakannya kegiatan serupa pada peringakatan Hari Ayah. Sejak saat itu, mengingat di Indonesia belum adanya hari khusus untuk memperingati Hari Ayah Nasional, maka PPIP mengambil Langkah untuk mempelajari mengenai Hari Ayah di berbagai negara dan dilanjutkan untuk memperjuangkan diadakannya Hari Ayah Nasional di Indonesia. Setelah kajian yang cukup panjang, PPIP berhasil mendeklarasikan bahwa pada tanggal 12 November merupakan peringatan Hari Ayah Nasional di Indonesia. Hari Ayah Nasional bukanlah merupakan hari libur umum melainkan hanya sebuah peringatan saja. Mengingat pada tanggal tersebut bertepatan pula dengan Hari Kesehatan, maka tercetuslah sebuah semboyan yang berbunyi “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”.

Dalam memaknai Hari Ayah Nasional, sudah seharusnya peringatan tersebut dijadikan sebagai hari untuk berterima kasih sebagai bukti syukur dan penghormatan atas segala hal yang telah diberikannya. Semoga peringatan ini dapat menjadi sebuah penyadaran serta renungan bagi kita semua atas pengorbanan yang telah dilakukan oleh seorang ayah untuk keluarganya.

Selamat Hari Ayah Nasional untuk ayah-ayah di seluruh Indonesia. Semoga senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam memikul tanggung jawab demi terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh keluarga di Indonesia

Bagikan Cerita ini ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *