Penulis: Dzikri M. Hermaya

Setiap manusia akan mengalami pertambahan usia. Pertambahan usia tersebut diikuti dengan berbagai perkembangan dan pertumbuhan baik dalam aspek biologis, psikologis, dan sosial.  Namun, perkembangan serta pertumbuhan tersebut tidak berlaku ketika seseorang menginjak tahapan lanjut usia. Manusia akan memulai tahapan perkembangan serta pertumbuhan mulai dari masa prenatal, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga berakhir di tahap lanjut usia. Berdasarkan UU No. 13 Tahun 1998, seseorang dikatakan lanjut usia jika usianya sudah mencapai 60 tahun. Pada tahap lanjut usia, terjadi beberapa hal yang pada umumnya terjadi, seperti perubahan peran sosial, penyesuaian dalam melakukan aktivitas sehari-hari, serta kemunduran dalam segi fungsi biologis, psikologis, sosial, dan perubahan dalam aspek spiritual

Berbagai perubahan kondisi yang dimiliki oleh seorang lanjut usia memang membutuhkan sebuah penyesuaian, baik untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya maupun untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Dari segi biologis terdapat kemunduran yang cukup signifikan, kemunduran tersebut pada umumnya yaitu terkait sistem reproduksi dan aktivitas seksual, melemahnya daya pikir serta daya ingat, kemunduran dalam fungsi panca indra, melemahnya otot dan tulang sehingga menghambat segala mobilitas. Perubahan dalam aspek psikologis yaitu berupa kemunduran seperti berkurangnya ambisi untuk mengejar keinginan, selalu merasa kesepian, memiliki perasaan yang sangat sensitif, merasa tidak percaya diri, dan kecemasan. Perubahan dari segi sosial yaitu tidak pandai dalam bergaul dengan berbagai kalangan terutama dengan kalangan muda, keterasingan sosial, diskriminasi serta stigma bahwa lanjut usia adalah kelompok minortias, serta adanya eksklusivitas sehingga lingkup pertemanan hanya dengan sesama lanjut usia. Perubahan dalam segi spiritual yaitu pada umumnya seseorang yang memasuki tahap lanjut usia akan mulai berorientasi pada kematian, pemikiran tersebut dimanifestasikan dengan melakukan aktivitas keagamaan yang tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tahap lanjut usia memang merupakan tahap yang unik, memiliki ciri khas, permasalahan, serta karakteristik tersendiri. Berbagai perubahan tersebut tentu akan sangat berkaitan dengan karakteristik dari tahap lanjut usia itu sendiri. Pada tahap lanjut usia, seseorang pada umum memiliki keinginan akan upaya penyempurnaan serta pemenuhan kehidupan, orientasi pada warisan untuk keturunannya, upaya untuk lebih dekat dengan orang-orang sekitarnya, dll. Berdasarkan ciri khas, permasalahan, serta karakteristik dari lanjut usia tersebut, maka sudah tentu lanjut usia merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian serta penunjang khusus dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya, baik dari lingkup keluarga, masyarakat/komunitas, maupun kebijakan. Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat memperhatikan kelompok lanjut usia, hal tersebut dibuktikan dengan adanya kebijakan khusus terkait lanjut usia. Kebijakan tersebut tentu merupakan upaya untuk terwujudnya kesejahteraan bagi lanjut usia khususnya di lingkup nasional. Langkah strategis dari upaya konkretisasi kesejahteraan lanjut usia yaitu berupa penyediaan sumber pelayanan sosial bagi lanjut usia, program pemberdayaan, bantuan sosial, infrastruktur pada sarana dan prasarana kota, kebijakan usia pensiun, program pelindungan dan jaminan sosial, serta jaminan kesehatan. Selain itu, salah satu bentuk perhatian khusus kepada kelompok lanjut usia yaitu dengan peringatan Hari Lanjut Usia.

Hari Lanjut Usia diperingati baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Di Indonesia sendiri, Hari Lanjut Usia Nasional diperingati setiap tanggal 29 Mei. Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional dicanangkan secara resmi oleh Presiden Soeharto di Semarang pada tanggal 29 Mei 1996 untuk menghormati jasa Dr KRT Radjiman Wediodiningrat yang di usia lanjutnya masih dapat memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) demi terwujudnya kemerdekaan. Sedangkan Hari Lanjut Usia Internasional (International Day of Older Persons) ditetapkan pada Sidang Umum PBB setiap tanggal 1 Oktober berdasarkan resolusi No. 45/106 tanggal 14 Desember 1990. Peringatan Hari Lanjut Usia baik lingkup nasional maupun internasional merupakan salah satu bentuk penghargaan, penghormatan, kepedulian, serta perhatian khusus terhadap para lanjut usia. Peringatan ini juga merupakan suatu bentuk penyadaran kepada masyarakat bahwa kelompok lanjut usia tetap bagian dari masyarakat walaupun dengan segala ciri khas, permasalahan, serta karakteristik yang unik. Melalui peringatan Hari Lanjut Usia diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bagi masyarakat umum dalam memberikan perhatian khusus terhadap kelompok lanjut usia demi terwujudnya kesejahteraan bagi lanjut usia.

*tulisan dirangkum dan disadur dari berbagai sumber

Bagikan Cerita ini ke :

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *