Penulis: Pradnya

Hari Relawan Internasional atau International Volunteers Day (IVD) yang jatuh pada tanggal 5 Desember setiap tahunannya adalah peringatan internasional yang diamanatkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1985.

Hari ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mempromosikan kesukarelaan, mendorong pemerintah untuk mendukung upaya sukarela dan mengakui kontribusi sukarelawan untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat lokal, nasional dan internasional.

Ditengah pandemi COVID-19 ini, UN Volunteer mengangkat tema “Together We Can Through Volunteering” atau “Bersama kita bisa melalui Kesukarelawanan”.

Kerelawanan dan pekerjaan sosial adalah sesuatu yang saling berkaitan dan memiliki kedekatan secara historis. Terkadang, orang menganggap pekerjaan sosial sama dengan kerelawanan. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, meskipun terlihat sama-sama “membantu orang”.

Definisi relawan menurut Schroeder (1998) adalah individu yang rela menyumbangkan tenaga atau jasa, kemampuan dan waktunya tanpa mendapatkan upah secara finansial atau tanpa mengharapkan keuntungan materi dari organisasi pelayanan yang mengorganisasi suatu kegiatan tertentu secara formal. Selain itu kegiatan yang dilakukan relawan bersifat sukarela untuk menolong orang lain tanpa adanya harapan akan imbalan eksternal.

Awal mula adanya profesi pekerja sosial pun diawali sebagai aktivitas sukarela. Pekerja sosial professional yang disertifikasi baru bermunculan di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Friedlander (1995) mendefinisikan pekerjaan sosial sebagai layanan profesional berdasarkan pengetahuan ilmiah dan keterampilan dalam hubungan manusia, yang membantu individu, sendiri atau dalam kelompok, untuk memperoleh kepuasan dan kemandirian sosial dan pribadi.

Agar dapat menjadi seorang pekerja sosial professional, seseorang harus melewati pendidikan pekerjaan sosial dan sertifikasi pekerjaan sosial.Terlepas dari formalisasi dan profesionalisasi pekerjaan sosial, kerja sama antara relawan dan pekerja sosial profesional dan harmonisasi pekerjaan diantara keduanya diperlukan, tak jarang suatu program atau aktivitas tidak dapat hanya mengandalkan pekerja sosial saja, namun membutuhkan relawan agar program tersebut berjalan dengan baik.

Mengikuti kegiatan kerelawanan dapat memberikan banyak dampak positif bagi diri kita. Dengan menjadi relawan, kita dapat meningkatkan kemampuan bersosialisasi kita, mendapatkan pengalaman baru, dan pastinya teman-teman baru dari berbagai latar belakang. Menjadi seorang relawan juga dapat memberikan efek positif kepada kesehatan mental kita.

Penting bagi seseorang yang ingin menjadi pekerja sosial agar memiliki pengalaman kerelawanan, karena ia dapat mempraktikan ilmu yang sudah didapat di kampus dan itu akan membantunya menjadi lebih siap ketika dihadapkan dengan klien di pekerjaanya sebagai pekerja sosial profesional nanti.

Bagikan Cerita ini ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *