Dua pelaku perjalanan yang merupkan mahasiswa dikenakan sanksi menjadi pekerja sosial membantu tim kebersihan pada tempat karantina balai diklat… “. Begitulah penggalan bunyi berita yang dirilis Kompas TV Sorong dan diupload melalui akun youtube Kompas TV tanggal 6 Juli 2020.

Berita yang mulai viral di kalangan mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial / Pekerjaan Sosial dan Profesi Pekerja Sosial ini tentunya membuat sedih, kecewa, bahkan memicu amarah semua kalangan, hal ini juga menjadi bukti bagaimana pentingnya mempromosikan profesi pekerja sosial, prodi kesejahteraan sosial hingga keberfungsian sosial di tengah-tengah masyarakat.

Kesedihan itu bertambah ketika hal ini juga turut disampaikan oleh Tim gugus tugas Covid-19 Sorong, Herlin Sasabone tentang sanksi yang diberikan menjadi “pekerja sosial” hal ini seakan mempertegas ketidaktahuan masyarakat tentang profesi yang sudah memiliki UU No. 14 Tahun 2019 ini

Dalam berbagai kesempatan, #pekerjasosial kerap diidentikan dengan kegiatan #kerelawanansosial, hal ini juga tentu memicu amarah para mahasiswa dan alumni #kesos / #peksos yang berjuang sekuat tenaga untuk menjadi Sarjana di bidang kesejahteraan sosial / pekerjaan sosial, namun kompas tv dengan mudah menjadikan 2 mahasiswa ini menjadi seorang pekerja sosial. Kalo kata minsos sih yaaa mungkin aja kompas sedang bermimpi menjadi kampus, hingga ngebet banget jadikan 2 mahasiswa ini menjadi pekerja sosial 🤭.

gimana pendapat kalian tentang ini? apa yang harus sama-sama kita lakukan? Ada pesan untuk Tim Gugustugas Covid 19 Sorong dan kompas tv? yuk sampaikan dan diskusikan di kolom komentar

Bagikan Cerita ini ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *